10 Tradisi Pernikahan Unik dan Aneh di Belahan Dunia

10 Tradisi Pernikahan Unik dan Aneh di Belahan Dunia. Pernikahan merupakan hal yang sakral dilakukan, karena di dalamnya terdapat janji yang diucapkan oleh kedua pasangan yang akan menikah. Bukan hanya janji depan saksi, tapi di hadapan Tuhan Yang Maha Esa juga.

Di beberapa belahan dunia, upacara pernikahan selalu berbeda-beda. Di Indonesia sendiri antar suku dan daerah berbeda saat prosesi pernikahan. Seperti di Yogyakarta. Upacara pernikahan yang dilakukan begitu panjang dan mungkin dilakukan dalam beberapa hari.

Tahun lalu, anda pasti pernah menyaksikan upacara pernikahan artis yang fenomenal yaitu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Upacara pernikahan yang mereka lakukan adalah upacara pernikahan adat Jawa. Upacara pernikahan ini meliputi beberapa proses mulai dari lamaran, upacara tarub, nyantri, siraman, midodareni, langkahan, ijab, dan panggih. Semuanya dilakukan dalam waktu yang berbeda.

Selain pernikahan adat Jawa, ada juga pernikahan adat Sunda, Batak, Betawi dan lain-lain, semuanya dilakukan secara berbeda, hanya ijab qobulnya saja yang sama. Bagi beberapa orang melakukan upacara pernikahan ini adalah wajib karena sudah merupakan tradisi dari dulu sampai sekarang. Jika tidak ada prosesi upacara pernikahan maka tidak lengkap rasanya hanya mengucapkan ijab qobul saja di depan penghulu.
tradisi pernikahan unik di dunia di berbagai negara
Tradisi yang tidak boleh terlewat dan bahkan dilakukan oleh semua tradisi di semua daerah di Indonesia adalah ritual pingit panganten. Para calon mempelai wanita tidak boleh keluar rumah dan bertemu orang lain bahkan calon suaminya sampai pernikahan dimulai.

Selain di Indonesia, di beberapa belahan dunia juga memiliki upacara dan tradisi pernikahan yang berbeda-beda bahkan ada tradisi pernikahan yang aneh dan unik yang membuat kita tercengang. Seperti apa tradisi pernikahan unik di belahan dunia tersebut? Mari disimak baik-baik!

1. Menggemukkan Paksa Calon Pengantin Wanita

Jika di Indonesia calon pengantin wanita banyak yang berlomba-lomba menguruskan badannya agar terlihat langsing saat pernikahan, sangat berbeda di Mauritania, di wilayah Maghren Afrika Utara Barat. Para calon wanita sebelum menikah mereka harus berusaha menggemukkan badan mereka sendiri, karena wanita yang paling cantik adalah wanita yang sangat gemuk di daerah sana. Ternyata tidak hanya saat akan melakukan prosesi pernikahan saja mereka harus bertubuh besar, saat usia 12 sampai 13 tahun pun mereka harus sudah gemuk. Kadang-kadang para gadis di sana diberi makan kuskus yang sudah dilumuri lemak kambing dan suplemen penggemuk binatang agar mereka cepat gemuk. Jika mereka menolak, orang tua mereka sendiri akan memukul bahkan menyiksa mereka.

2. Membelah Perut Anak Ayam Untuk Menentukan Tanggal Pernikahan

Di Indonesia biasanya untuk menentukan tanggal pernikahan di lihat dari tanggal dan hari kelahiran antara kedua calon mepelai. Tapi berbeda dengan di Mongolia, untuk menentukan tanggal baik pernikahan mereka harus membelah perut anak ayam. Setelah dibelah mereka harus melihat hatinya. Hitung angka 1, 2, 3 saat membelah perut anak ayam tersebut. Jika hati anak ayam yang dibelah itu angka baik maka ditentukanlah tanggal pernikahan tersebut.

3. Pengantin Wanita Tidak Boleh Senyum

Sangat aneh tradisi yang dilakukan oleh pengantin wanita saat upacara pernikahan berlangsung di negara Congo, mereka tidak boleh tersenyum sedikitpun kepada siapapun selama proses pernikahan ini berlangsung. Menurut para sesepuh tersenyum dianggap sebagai ejekan kepada nilai-nilai agama dan tradisi dari upacara pernikahan, karena pernikahan merupakan sesuatu yang sakral. Jika mereka tersenyum bisa-bisa mereka diejek sesepuh di sana.

4. Ibu Pengantin Wanita Harus Menyaksikan Malam Pertama Pengantin

Baru baca judulnya saja sudah ngeri, apalagi jika itu terjadi di Indonesia. Pasti tradisi tersebut sudah tidak dilakukan lagi. Tradisi ibu pengantin wanita harus menyaksikan malam pertama pengantin ini dilakukan di Colombia. Memang kedengarannya aneh, tapi ini nyata. Tradisi ini diyakini agar ibu pengantin wanita tahu bagaimana laki-laki yang sudah menjadi suami memperlakukan anaknya pasca menikah. Apakah dia memperlakukannya dengan baik atau dengan cara kekerasan.

5. Calon Istri Harus Punya Hubungan Istimewa dengan Minimal 10 Laki-laki

Ada tradisi yang sangat aneh dilakukan di daerah Tibet. Para calon pengantin wanita sebelum melaksanakan upacara pernikahan mereka harus mempunyai hubungan istimewa dengan 10 laki-laki. Hal ini diyakini apakah calon wanita sudah benar-benar siap dengan pernikahannya nanti atau belum. Jika hubungan istimewa itu dilakukan dengan baik maka akan semakin baik pernikahannya, apalagi jika hubungan istimewa tersebut dilakukan dengan lebih dari 10 laki-laki. Wow!

6. Meludahi Kepala dan Dada Anak Untuk Restui Pernikahan

Tradisi Suku Masai di Kenya dalam acara pernikahan adalah dengan meludahi kepala dan dada pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Hal ini sebagai penghormatan dan doa restu bahwa masyarakat di sana menyetujuinya. Namanya juga tradisi, bukan jijik lagi jika diludahi oleh semua rakyat untuk meminta doa restu. Selain untuk merestui pernikahan, meludahi kepala dan dada juga dilakukan saat ada kelahiran seorang bayi.

7. Tidak Boleh Buang Air Selama 3 Hari

Tradisi ini bukan terjadi di luar negeri, ternyata tradisi aneh ini terjadi di Indonesia sendiri yaitu di Suku Tidung, Kalimantan Utara.

Pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan tidak boleh buang air besar maupun kecil selama 3 hari 3 malam. Hal ini diyakini rumah tangganya akan selalu baik dan langgeng serta memiliki keturunan yang banyak. Gimana rasanya ya?

8. Menikahkan Anak Pembawa Sial dengan Anjing

Orang India percaya bahwa anak pembawa sial adalah anak yang lahir dalam keadaan cacat, seperti bayi yang lahir dengan gigi gingsul. Saat masih kecil mereka akan dinikahkan dengan seekor anjing. Mereka meyakini bahwa dengan menikahkan anak tersebut dengan anjing dapat menjauhkan mereka dari godaan setan. Walaupun demikian, pernikahan ini tidak berlaku sampai tua. Mereka tetap dianggap belum mempunyai pasangan.

Selain dinikahkan dengan anjing ternyata di India juga ada satu tradisi aneh lagi, yaitu dinikahkan dengan pohon pisang. Alasannya sama dengan tradisi di atas. Gara-garanya disebut anak pembawa sial.

9. Tanduk Penanda Rasa Cemburu di Jepang

Anda pasti pernah melihat para wanita di Jepang yang sedang menikah memakai tanduk atau kerudung berwarna putih. Mereka menggunakan ini sebagai bentuk rasa cemburu terhadap ibu dari mempelai pria. Dengan rasa cemburu yang berlebih ini menandakan bahwa mempelai wanita sangat cinta kepada suaminya.

10. Memecahkan Piring di Jerman

Tradisi aneh memecahkan piring saat acara pernikahan di lakukan di sebagian wilayah di Jerman. Belum diketahui asal-usulnya kenapa tradisi ini dilakukan. Namun mereka beranggapan ritual polterabend atau melakukan kebisingan dengan memecahkan gelas dan piring setelah acara makan-makan di pernikahan dapat menghambat timbulnya permasalahan yang akan datang pada hubungan pasangan yang menikah.

Dan masih banyak lagi tradisi pernikan unik dan aneh di berbagai belahan dunia lainnya. Seperti di Indonesia sendiri, masing-masing daerah dan suku memiliki tradisi unik masing-masing. Mungkin anda dan kita semua belum mengetahuinya.

Semoga bermanfaat informasi yang diberikan. Semoga bisa menambah wawasan kita dalam hal pernikahan. Buat pasangan yang akan menkah, semoga lancar dan tradisinya jangan ditinggalkan. Sampai jumpa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel